PETA KONSEP
MANUSIA DAN LINGKUNGAN |
|
PENGERTIAN
|
|
HUBUNGAN
|
|
MASALAH
|
|
MANUSIA
|
|
LINGKUNGAN
|
|
MENGUNTUNGKAN
|
|
MERUGIKAN
|
|
FAKTOR ALAM
|
|
F. KEGIATAN
MANUSIA
|
|
USAHA
PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP
|
|
BIDANG KEHUTANAN
|
|
BIDANG PERTANIAN
|
|
BIDANG INDUSTRI
|
|
BIDANG PERAIRAN
|
KATA
PENGANTAR
Puji syukur
kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahNya
sehingga Kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul MANUSIA DAN LINGKUNGAN dengan lancar. Maksud dan tujuan
kami menyusun makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Sosial dan Budaya. Dan tidak lupa pula kami mengucapkan terima kasih
kepada dosen mata kuliah Bapak Suryanis,S.pd.
Kami
menyadari dalam penyusunan makalah ini tidak lepas dari kekurangan karena
kurangnya pengetahuan dan terbatasnya referensi yang kami dapatkan, sehingga
kami memerlukan saran dan kritik yang membangun untuk kesempurnaan makalah ini.
Kami mengharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat pengetahuan bagi
pembaca tentang Manusia dan Lingkungan.
Pontianak,19 November 2012
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR............................................................................................ 3
DAFTAR ISI....................................................................................................... 4
BAB
I PENDAHULUAN
a. Latar belakang........................................................................................ 5
b. Tujuan...................................................................................................... 6
BAB
II PEMBAHASAN
a. Pengertian
Manusia dan Lingkungan.. .... 7
b.
Hubungan
Manusia dan Lingkungan................................................... 8
c. Masalah-Masalah dalam Lingkungan.. 10
1. Kerusakan Lingkungan Hidup oleh Faktor Alam
2. Kerusakan Lingkungan Hidup
yang Disebabkan oleh Kegiatan Manusia
d. Usaha-usaha
Pelestarian Lingkungan Hidup......................................... 13
BAB III
PENUTUP
a.
Kesimpulan........................................................................................ 16
b.
Saran.. ................................................................................................ 16
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................. 17
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Membahas
tentang manusia berarti membahas tentang kehidupan sosial dan budayanya,
tentang tatanan nilai-nilai, peradaban, kebudayaan, lingkungan, sumber alam,
dan segala aspek yang menyangkut manusia dan lingkungannya secara menyeluruh.
Tentang
lingkungan ini adalah bahwa dalam kaitannya dengan lingkungan secara umum,
yakni yang dapat mempengaruhi atau dapat memberikan ketergantungan bagi
manusia, maka ada kaitan khususnya sebagai umat manusia yang
beraqidah Islam, di dalam Al-Qur’an, Allah SWT Berfirman yang artinya:
…Dan berbuat kebajikanlan kepada sesama makhluk hidup,
sebagaimana Allah telah berbuat kebajikan kepadamu. Lagi pula, janganlah kamu
berbuat kerusakan di muka bumi, karena Allah tidak menyenangi orang-orang yang
suka berbuat kerusakan. (Q.S. Al-Qashash:77).
Kehidupan manusia tidak bisa
dipisahkan dari lingkungannya. Baik lingkungan alam maupun
lingkungan sosial. Kita
bernapas memerlukan udara dari lingkungan sekitar. Kita makan, minum, menjaga
kesehatan, semuanya memerlukan lingkungan. Seringkali lingkungan yang terdiri
dari sesama manusia disebut juga sebagai lingkungan sosial. Lingkungan
sosial inilah yang membentuk sistem pergaulan yang besar peranannya dalam
membentuk kepribadian seseorang.
B.
Tujuan
Tujuan dari
penulisan makalah ini adalah untuk memberikan wawasan terhadap mahasiswa
tentang bagaimana:
1.
Memahami pengertian
manusia
2.
Mengetahui kondisi
lingkungan yang kondusif bagi manusia
3.
Memberikan gambaran hubungan
manusia dengan lingkungannya
4.
Mencegah dampak-dampak negatif
dari pengaruh manusia pada lingkungannya
5.
Menganalisis sumber daya
alam terkait sebagai kebutuhan manusia dan mengklarifikasinnya.
BAB II
MANUSIA DAN
LINGKUNGAN
A. Pengertian
Manusia dan Lingkungan
Manusia
adalah makhluk hidup ciptaan Tuhan dengan segala fungsi dan potensinya yang
tunduk kepada aturan hukum alam, mengalami kelahiran, pertumbuhan,
perkembangan, dan mati, dan seterusnya, serta terkait serta berinteraksi dengan
alam dan lingkungannya dalam sebuah hubungan timbal balik baik itu positif
maupun negatif. Manusia atau orang dapat diartikan berbeda-beda menurut
biologis, rohani, dan istilah kebudayaan, atau secara campuran. Secara
biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo sapiens, sebuah spesies primata
dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tiggi. Dalam lingkungan
hidup, manusia dapat berperan sebagai: organisme yang dominan secara ekologik,
makhluk pembuat alat, makhluk perampok, penyebab evolusi, dan sebagai makhluk
pengotor.
Lingkungan adalah suatu media di mana makhluk hidup tinggal, mencari
penghidupannya, dan memiliki karakter serta fungsi yang khas yang mana terkait secara timbal balik dengan
keberadaan makhluk hidup yang menempatinya, terutama manusia yang memiliki
peranan yang lebih kompleks dan riil. Menurut Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997
Pasal 1 Angka 1, Lingkungan Hidup adalah kesatuan ruang dengan kesemua benda,
daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang
mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk
hidup lainnya.
B. Hubungan
Manusia dan Lingkungan
Manusia
mendapatkan unsur-unsur yang diperlukan dalam hidupnya dari lingkungan. Makin tinggi
kebudayaan manusia, makin beraneka ragam kebutuhan hidupnya. Makin besar jumlah
kebutuhan hidupnya berarti makin besar pula perhatian manusia terhadap
lingkungannya.
Perhatian dan pengaruh manusia terhadap ligkungan makin meningkat pada zaman teknologi maju. Masa ini manusia mengubah lingkungan hidup alami menjadi lingkungan hidup binaan. Eksplotasi sumber daya alam makin meningkat untuk memenuhi bahan dasar industri. Sebaliknya hasil industri berupa asap dan limbah mulai menurunkan kualitas lingkungan hidup.
Berdasarkan
sifatnya, kebutuhan hidup manusia dapat dilihat dan dibagi menjadi 2, yaitu
kebutuhan hidup materil antara lain adalah air, udara, sandang, pangan, papan,
transportasi sera perlengkapan fisik lainnya. Dan kebutuhan nonmateril adalah
rasa aman, kasih sayang, pengakuan atas eksistensinya, pendidikan dan sistem
nilai dalam masyarakat.
Manusia merupakan komponen biotik lingkungan yang memiliki daya fikir dan daya nalar tertinggi dibandingkan makluk lainnya. Di sini jelas terlihat bahwa manusia merupakan komponen biotik lingkungan yang aktif. Hal ini disebabkan manusia dapat secara aktif mengelola dan mengubah ekosistem sesuai dengan apa yang dikehendaki
Manusia merupakan komponen biotik lingkungan yang memiliki daya fikir dan daya nalar tertinggi dibandingkan makluk lainnya. Di sini jelas terlihat bahwa manusia merupakan komponen biotik lingkungan yang aktif. Hal ini disebabkan manusia dapat secara aktif mengelola dan mengubah ekosistem sesuai dengan apa yang dikehendaki
Peranan Manusia yang bersifat
negatif terhadap lingkungan antara lain sebagai berikut:
1. Eksploitasi
yang melampaui batas sehingga persediaan Sumber Daya Alam makin menciut (depletion);
2. Punah atau merosotnya jumlah keanekaan jenis
biota;
3. Berubahnya ekosistem alami yang mantap dan
seimbang menjadi ekosistem binaan yang tidak mantap karena terus menerus
memerlukan subsidi energi;
4. Berubahnya
profil permukaan bumi yang dapat mengganggu kestabilan tanah hingga menimbulkan
longsor;
5. Masuknya
energi bahan atau senyawa tertentu ke dalam lingkungan yang menimbulkan
pencemaran air, udara, dan tanah. hal ini berakibat menurunnya kualitas
lingkungan hidup. Pencemaran dapat menimbulkan dampak negatif pada lingkungan
dan terhadap manusia itu sendiri;
Peranan Manusia yang menguntungkan lingkungan antara lain:
1. Melakukan
eksploitasi Sumber Daya Alam secara tepat dan bijaksana terutama SDA yang tidak
dapat diperbaharui;
2. Mengadakan
penghijauan dan reboisasi untuk menjaga kelestarian keaneka jenis flora serta
untuk mencegah terjadinya erosi dan banjir;
3. Melakukan
proses daur ulang serta pengolahan limbah agar kadar bahan pencemar yang
terbuang ke dalam lingkungan tidak melampaui nilai ambang batasnya;
4. Melakukan
sistem pertanian secara tumpang sari atau multi kultur untuk menjaga kesuburan
tanah. Untuk tanah pertanian yang miring dibuat sengkedan guna mencegah
derasnya erosi serta terhanyutnya lapisan tanah yang mengandung humus;
5. Membuat
peraturan, organisasi atau undang-undang untuk melindungi lingkungan dan
keanekaan jenis makhluk hidup.
C. Masalah-Masalah
dalam Lingkungan
Masalah-masalah dalam lingkungan seperti pencemaran,
banjir, tanah longsor, gagal panen karena hama, kekeringan, punahnya berbagai
spesies binatang langka, lahan menjadi tandus, gajah dan harimau mengganggu
perkampungan penduduk, dan lain-lainnya, dalam rangka sistem pencegahan
(preventive) dan penanggulangan (repressive) yang dilakukan untuk itu, tidak
akan efektif jika hanya ditangani dengan paradigma fisik, ilmu pengetahuan dan
teknologi, atau ekonomi saja.
Tetapi karena faktor tadi, paradigma solusinya harus pula melibatkan semua
aspek humanistis. Maka dalam hal ini, peran ilmu-ilmu humaniora seperti sosiologi,
antropologi, psikologi, hukum, kesehatan, religi, etologi, dan sebagainya
sangat strategis dalam pendekatan persoalan lingkungan hidup.
Sumber daya
alam yang lain seperti danau, sungai dan lautan. Sumber daya alam yang ini pun
sangat berpengaruh terhadap kehidupan manusia. Danau digunakan sebagai tempat
penampungan air tetapi sering juga digunakan sebagai tempat rekreasi. Sungai
merupakan tempat aliran air yang akhirnya akan ke laut. Manusia suka berekreasi
di daerah danau, sungai, apalagi laut. Rekreasi manusia dapat mengganggu fungsi
danau yang seharusnya.
Saat berekreasi manusia sering lupa untuk
membuang sampah pada tempatnya. Memang hal ini kelihatan sepele, namun berapa
banyak manusia yang membuang sampah sembarangan dan dapat mengganggu
kelancaaran air dan penyumbatan, hal ini dapat menyebabkan banjir. Dan yang
mengalami kerugian paling besar adalah manusia itu sendiri.
Kerusakan
alam dapat di sebabkan oleh 2 faktor yaitu:.
1. Kerusakan Lingkungan Hidup oleh Faktor Alam
Kerusakan
lingkungan yang disebabkan faktor alam pada umumnya merupakan bencana alam
seperti letusan gunung api, banjir, abrasi, angin puting beliung, gempa bumi,
tsunami, dan sebagainya.
Indonesia sebagai salah satu zona
gunung api dunia, sering mengalami letusan gunung api akan tetapi pada umumnya
letusannya tidak begitu kuat sehingga kerusakan lingkungan yang ditimbulkannya
terbatas di daerah sekitar gunung api tersebut, seperti flora dan fauna yang
tertimbun arus lumpur (lahar), awan panas yang mematikan, semburan debu yang
menimbulkan polusi udara, dan sebagainya.
Gempa bumi adalah kekuatan alam yang berasal dari dalam bumi, menyebabkan
getaran terjadi di permukaan bumi. Gempa bumi sering terjadi di berbagai
belahan dunia, termasuk di Indonesia. Gempa bumi yang lemah tidak menimbulkan
kerusakan pada lingkungan, tetapi bila gempa yang terjadi sangat kuat, akan
menimbulkan kerusakan lingkungan yang besar.
2. Kerusakan Lingkungan Hidup yang Disebabkan oleh Kegiatan Manusia
Kerusakan lingkungan yang disebabkan kegiatan manusia jauh lebih besar
dibandingkan dengan kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh proses alam.
Kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh kegiatan manusia berlangsung secara terus
menerus dan makin lama makin besar pula kerusakan yang ditimbulkannya.
Kerusakan lingkungan yang disebabkan kegiatan manusia terjadi dalam berbagai
bentuk seperti pencemaran, pengerukan, penebangan hutan untuk berbagai
keperluan, dan sebagainya.
pencemaran perairan telah sering terjadi karena pembuangan limbah industri
ke dalam tanah, sungai, danau, dan laut. Kebocoran-kebocoran pada kapal-kapal
tanker dan pipa-pipa minyak yang menyebabkan tumpahan minyak ke dalam perairan,
menyebabkan kehidupan di tempat itu terganggu, banyak ikan-ikan yang mati,
tumbuh-tumbuhan yang terkena genangan minyak pun akan musnah pula.
Pengerukan yang dilakukan oleh perusahaan pertambangan seperti pertambangan
batu bara, timah, bijih besi, dan lain-lain telah menimbulkan lubang-lubang dan
cekungan yang besar di permukaan tanah sehingga lahan tersebut tidak dapat
digunakan lagi sebelum direklamasi.
Penebangan-penebangan hutan untuk keperluan industri, lahan pertanian, dan
kebutuhan-kebutuhan lainnya telah menimbulkan kerusakan lingkungan kehidupan
yang luar biasa. Kerusakan lingkungan kehidupan yang terjadi menyebabkan
timbulnya lahan kritis, ancaman terhadap kehidupan flora, fauna dan kekeringan.
D. Usaha-usaha
Pelestarian Lingkungan Hidup
Beberapa usaha yang dilakukan untuk pelestarian lingkungan hidup antara
lain yaitu sebagai berikut.
1.
Bidang
Kehutanan
Kerusakan hutan yang semakin parah dan meluas, perlu diantisipasi dengan
berbagai upaya. Beberapa usaha yang perlu dilakukan antara lain :
a.
Penebangan pohon dan penanaman kembali agar dilakukan
dengan seimbang sehingga hutan tetap lestari.
b.
Memperketat pengawasan terhadap penebangan-penebangan
liar, dan memberikan hukuman yang berat kepada mereka yang terlibat dalam
kegiatan tersebut.
c.
Penebangan pohon harus dilakukan secara bijaksana.
Pohon yang ditebang hendaknya yang besar dan tua agar pohon-pohon yang kecil
dapat tumbuh subur kembali.
d.
Melakukan reboisasi (penanaman hutan kembali) pada
kawasan-kawasan yang hutannya telah gundul, dan merehabilitasi kembali
hutan-hutan yang telah rusak.
e.
Memperluas hutan lindung, taman nasional, dan
sejenisnya sehingga fungsi hutan sebagai pengatur air, pencegah erosi,
pengawetan tanah, tempat perlindungan flora dan fauna dapat tetap terpelihara
dan lestari.
2.
Bidang Pertanian
a.
Mengubah sistem pertanian berladang (berpindah-pindah)
menjadi pertanian menetap seperti sawah, perkebunan, tegalan, dan sebagainya.
b.
Pertanian yang dilakukan pada lahan tidak rata
(curam), supaya dibuat teras-teras (sengkedan) sehingga bahaya erosi dapat
diperkecil.
c.
Mengurangi penggunaan pestisida yang banyak digunakan
untuk pemberantasan hama tanaman dengan cara memperbanyak predator (binatang
pemakan) hama tanaman karena pemakaian pestisida dapat mencemarkan air dan
tanah.
d.
Menemukan jenis-jenis tanaman yang tahan hama sehingga
dengan demikian penggunaan pestisida dapat dihindarkan.
3.
Bidang Industri
a.
Limbah-limbah industri yang akan dibuang ke dalam
tanah maupun perairan harus dinetralkan terlebih dahulu sehingga limbah yang
dibuang tersebut telah bebas dari bahan-bahan pencemar. Oleh karena itu, setiap
industri diwajibkan membuat pengolahan limbah industri.
b.
Untuk mengurangi pencemaran udara yang disebabkan oleh
asap industri yang berasal dari pembakaran yang menghasilkan CO (Karbon
monooksida) dan CO2 (karbon dioksida), diwajibkan melakukan
penghijauan di lingkungan sekitarnya. Penghijauan yaitu menanami lahan atau
halaman-halaman dengan tumbuhan hijau.
c.
Mengurangi pemakaian bahan bakar minyak bumi dengan
sumber energi yang lebih ramah lingkungan seperti energi listrik yang
dihasilkan PLTA, energi panas bumi, sinar matahari, dan sebagainya.
d.
Melakukan daur ulang (recycling) terhadap
barang-barang bekas yang tidak terpakai seperti kertas, plastik, aluminium,
best, dan sebagainya. Dengan demikian selain memanfaatkan limbah barang bekas,
keperluan bahan baku yang biasanya diambil dari alam dapat dikurangi.
e.
Menciptakan teknologi yang hemat bahan bakar, dan
ramah lingkungan.
f.
Menetapkan kawasan-kawasan industri yang jauh dari
permukiman penduduk.
4.
Bidang Perairan
a.
Melarang pembuangan limbah rumah tangga,
sampah-sampah, dan benda-benda lainnya ke sungai maupun laut karena sungai dan
laut bukan tempat pembuangan sampah.
b.
Perlu dibuat aturan-aturan yang ketat untuk penggalian
pasir di laut sehingga tidak merusak lingkungan perairan laut sekitarnya.
c.
Pengambilan karang di laut yang menjadi tempat
berkembang biak ikan-ikan harus dilarang.
d.
Perlu dibuat aturan-aturan penangkapan ikan di
sungai/laut seperti larangan penggunaan bom ikan, pemakaian pukat harimau di laut
yang dapat menjaring ikan sampai sekecil-kecilnya, dan sebagainya.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Dari makalah di atas dapat di simpulkan bahwa manusia dan lingkungan tidak
dapat di pisahkan karena ALLAH telah menciptakan sesuatu yang saling
berhubungan dan saling menguntungkan.
Manusia sangat berperan penting bagi lingkungan, apabila manuisa melakukan
tindakn positif maka lingkungan pun menciptakan hal yang positif juga, namun
bila manusia melakukan hal negatif maka lingkungan akan menciptakan hal negatif
juga. Dari kejadian yang negatif dapat di cegah dengan kejadian yang terjadi
serta sebabnya.
B.
Saran
Menurut kami, setiap manusia
memiliki hak dan kewajiban untuk beradaptasi dengan lingkungan. Setiap manusia
seharusnya melindungi lingkungan agar ekosistem yan ada di dunia tidak cepat
punah. Serta pemerintah dapat menindak lanjuti yang melakukan pelanggaran
dengan hukum yang sesuai.
DAFTAR
PUSTAKA